Meningkatkan pemahaman dan literasi asuransi sangat penting bagi semua orang. Hal ini dilakukan supaya semua orang tahu tentang manfaat dari asuransi itu sendiri. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2017, indeks literasi asuransi baru mencapai 15,76%. Bahkan angka ini turun dibandingkan survei 2013 yang mencapai 17,84%. Hal ini tentu saja memberikan gambaran bahwa tingkat literasi asuransi di Indonesia masih terbilang rendah bila dibandingkan negara di Asia Tenggara.

Data survei OJK 2017 juga menunjukkan, dari total populasi penduduk 265 juta jiwa, baru 1,7% penduduk yang terdata memiliki asuransi. Artinya, hanya satu dari tujuh orang Indonesia yang tahu produk asuransi dan mereka paham mengenai manfaat asuransi. Angka itu jauh di bawah rata-rata persentase kepemilikan asuransi di dunia yang mencapai 6,1%.

Munculnya Aplikasi Digital Lifepal.co.id

tampilan website lifepal.co.id yang user friendly

Masih rendahnya literasi asuransi tersebut menjadi alasan diluncurkannya platform Lifepal.co.id, sebuah platform all in one untuk memudahkan semua orang memilih produk asuransi yang berdayaguna lebih. Platform digital ini akan membantu setiap orang untuk membandingkan dan membeli produk asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan sesuai dengan referensi yang mereka inginkan.

Aplikasi teknologi di dalam situs Lifepal ini tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan digital masyarakat Indonesia saat ini. Sehingga adanya kemajuan teknologi yang kian pesat inilah yang menjadi daya tarik tersendiri dari layanan Lifepal. Di laman resmi situs Lifepal.co.id merangkum sejumlah data-data penting dengan rapi, praktis, dan mudah dipahami semua orang, bahkan orang awam sekalipun bisa paham jika mereka mempelajarinya.

Dilihat dari tampilan situs Lifepal memang sangat simpel, modern, bahasa yang mudah diingat/dipahami sehingga bagi konsumen awam yang kurang mengerti betul istilah-istilah asuransi akan dengan mudah memahami dan memilih produk asuransi yang mereka inginkan. Dan menariknya, situs ini juga dilengkapi beragam artikel seputar tips keuangan serta asuransi yang dapat menambah wawasan konsumen.

Untuk mempertahankan ekosistem digital, maka tim Lifepal memastikan akan berpihak penuh kepada pelanggan. Adapun untuk proses pembelian asuransi di Lifepal pun secara tidak langsung berjalan seperti konsultasi. Tim Lifepal menganalisa lebih dari 300 polis dari 20 perusahaan asuransi di Indonesia, khususnya polis asuransi jiwa maupun asuransi kesehatan.

Pilihan Paket Asuransi di Lifepal

Lifepal menyediakan pilihan paket asuransi baik asuransi kesehatan dan jiwa yang sangat lengkap, mulai dari paket keluarga, paket penyakit kritis, paket kehamilan, hingga paket lanjut usia. Setiap paket telah melindungi pelanggan dari biaya rawat inap, biaya medis pra-opname dan pasca-opname, biaya rawat harian, perawatan rumah, hingga biaya pemanggilan ambulans darurat.

Selain memberi kemudahan secara perorangan, maka Lifepal juga memberikan fitur untuk perusahaan. Lifepal menawarkan perbandingan perlindungan dengan manfaat terbaik serta harga premi termurah dari berbagai merek asuransi ternama untuk melindungi karyawan perusahaan.

Jadi, bagi anda yang ingin memiliki asuransi jiwa dan kesehatan, jangan ragu untuk mencoba paket asuransi dari lifepal, karena asuransi itu penting untuk masa depan yang lebih baik.

teknik perawatan bawang merah

Bawang merah merupakan salah satu komoditas rempah-rempah yang paling dicari dan dibutuhkan oleh semua masyarakat di Indonesia. Kebutuhan akan bawang merah tiap tahun semakin meningkat ditunjang dengan kebutuhan akan bawang merah untuk berbagai olahan makanan. Pada awal tahun 90-an Indonesia merupakan salah satu pengekspor bawang merah, namun sekarang menjadi salah satu pengimpor bawang merah terbesar di dunia. Budidaya tanaman bawang merah merupakan salah satu omset yang lumayan besar dan lumayan menjanjikan jika di telateni dan dilakukan dengan benar, tentunya dengan teknik/cara perawatan yang bagus tentunya akan mendapatkan hasil produktivitas panen yang lebih maksimal.

Teknik Perawatan Tanaman Bawang Merah Yang Baik Dan Benar

A. Pembuatan Lahan Bedengan
Jika ingin berhasil dalam teknik budidaya tanaman bawang merah Hal pertama yang harus di perhatikan adalah bedengan apalagi pada saat musim penghujan pemilihan bedengan merupakan hal yang sangat tepat

B. Pengaturan Jarak Tanam
Jarak tanaman tanaman bawang pada umumnya harus kalian perhatikan penentuan jarak tanam yang pas dan ideal sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan untuk jarak tanam yang pas yaitu 15×15 cm

C. Pemupukan
pemupukan merupakan faktor yang wajib kita lakukan baik dalam hal budidaya apa saja terutama budidaya tanaman bawang merah ini sendiri karena pemupukan dapat memberikan nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

teknik perawatan bawang merah
teknik perawatan bawang merah

 

Berikan pupuk : 2-4 kg Urea + 7-15 kg ZA + 15-25 kg SP-36 secara merata diatas bedengan dan diaduk rata dengan tanah. Atau jika dipergunakan Pupuk Majemuk NPK (15-15-15) dosis ± 20 kg/ 1000 m2 dicampur rata dengan tanah di bedengan.

D. Pembersihan Lahan Dari Gulma
Setelah proses pemupukan biasanya gulma gulma pada lahan akan tumbuh, maka dari itu dibutuhkan proses pembersihan gulma,pembersihan gulma dapat dilakukan secara menual atau kimiawi tergantung kebutuhan.

E. Mengantisipasi Serangan Hama Dan Penyakit
Hama dan penyakit pada tanaman bawang merah wajib kita antisipasi sebelumnya jika ada pepatah mengatakan sedia payung sebelum hujan maka pepatah itu memang sangat lah tepat nah maka dari pada itu mengantisipasi hama dan penyakit merupakan salah satu langkah yang dapat membantu untuk mencapai hasil yang lebih maksimal

 

Penanaman/menanam/budidaya kelapa sawit umumnya dilakukan jika areal atau lahan yang telah disiapkan siap untuk ditanami. Umumnya pola tanam kelapa sawit berbentuk segi tiga sama sisi pada areal rata atau datar sampai bergelombang. Sementara itu, pada areal berbukit dengan sudut kemiringan lebih dari 12 derajat perlu dibuat teras kontur dengan jarak tanam sesuai dengan ketentuan.

Tanpa penanaman yang baik, benar dan perawatan yang berkelanjutan bibit yang berkualitas tidak akan menghasilkan secara optimal untuk itu penanaman dengan baik dan benar mutlak merupakan persyaratan untuk mendapatkan produksi kelapa sawit yang lebih optimal.

1. Waktu Penanaman Kelapa sawit Yang Benar

Pada saat menanam kelapas sawit pembuatan jalan sudah harus selesai sehingga pengangkutan bibit dapat dilakukan dengan truk atau traktor.

Di Indonesia sendiri penanaman kelapa sawit biasanya disesuaikan dengan pola musim hujan,dimana kelembaban cukup tinggi untuk merangsang perkembangan akar sehingga bibit cepat menyesuaikan diri dengan keadaaan di lapangan,ada dua hal penting yang perlu dihindarkan pada saat penanaman kelapa sawit yaitu pada saat periode kering yang berkepanjangan dan penanaman di daerah yang tergenang. Umur bibit kelapa sawit yang paling optimal untuk penanaman di areal berumur kisaran 2 bulan,bibit umur 10-14 bulan (dari pembibitan 2 tahap) ini umurnya cukup baik untuk ditanam dilapangan karena sudah memenuhi syarat syarat penanaman.

Walaupun sudah direncanakan dengan matang terkadang masih sering terjadi kendala kendala hal ini dapat terjadi pada saat keterlambatan dalam pembukaan lahan karena beberapa faktor yang tidak dapat diantisipasi secara dini,seperti contoh misalnya adanya masalah okupasi lahan. Menaman bibit yang terlalu tua mempunyai beberapa kerugian bila dibandingkan menanam bibit yang lebih muda adapun alasannya adalah :

  1. akar tanaman sudah terlalu panjang dan perlu melakukan pemotongan
  2. persentase tanaman mati lebih tinggi karena tanaman akan sedikit mengalami kejutan (shock) yang disebabkan oleh laju evaportranspirasi yang tinggi
  3. tanaman akan mudah roboh
  4. bibit tua yang bobotnya lebih berat sehingga mempersulit proses pemindahan di lapangan nantinya

2. Persiapan Tanam kelapa sawit

Panduan cara/teknik/metode tanam kelapa sawit yang baik dan benar adalah mutlak dikerjakan oleh petani. Persiapan tanam kelapa sawit umumnya hal yang harus sangat diperhatikan antara lain salah satunya jarak tanam,jarak tanam sendiri tergantung dari jenis atau tipe tanah serta jenis bibit,Untuk jarak tanam sendiri rekomendasi dari beberapa institusi penghasil benih mengenai pola tanam umumnya 136 pokok (batang)/ha dengan jarak tanam (9,2M x 9,2 M) Untuk tanah mineral sendiri 150 pokok/ha dengan jarak tanam (8,8Mx 8,8 M)

3. Pembuatan Lubang Tanam Kelapa Sawit 

Tata cara urutan pembuatan lubang tanaman kelapa sawit mencakup pekerjaan membuat lubang tanam,pemberian pupuk dasar dan dan menanam bibit kedalam lubang,pembuatan lubang tanam kelapas sawit dapat dilakukan dengan 2 cara antara lain secara manual dan juga secara mekanis,pembuatan lubang tanam sendiri sebaiknya dilakukan satu bulan sebelum penanaman bibit di lapangan hal ini bertujuan untuk mengurangi kemasaman tanah dan untuk mengontrol ukuran lubang yang dibuat. Lubang tanam yang disarankan yaitu (90 x 90 x 90 x 60 CM) panjang 90 lebar 90 dan dlam 60 cm.

4. Pemupukan Lubang Tanam Kelapa sawit
dosis pupuk perlubang tanam kelapa sawit pada saat penanaman yaitu 125 gram TSP (tanah mineral) Atau 250 gram RP (tanah gambut) Pupuk Tsp atau Rp tersebut dicampur dengan topsoil atau tanah bagian atas kemudian dimasukkan kedalam lubang tanam.

5. Menanam Kelapa Sawit

Setelah semua proses tersebut diatas dilakukan ini merupakan proses terahir yang harus kalian lakukan yaitu proses penanaman ke lubang tanam,Penanaman kelapa sawit terdapat 5 tahapan yaitu antara lain sbb :

A. Persiapan di pembibitan
bibit kelapa sawit sudah dapat ditanam dilapangan pada umur 10-12 bulan.

B. Administrasi dan transportasi
kecepatan pengangkatan bibit kelapa sawit ke lapangan harus sesuai dengan laju penanaman

C. Transportasi Ecer bibit dilapangan
persiapan penanaman dilapangan perlu dilakukan dengan membentuk beberapa tim agar proses penanaman lebih cepat dan efisiensi waktu

D. Penanaman
sehari sebelum penanaman bibit sudah diecer di dalam blog bersama sama dengan kantong yang berisi 150 gram pupuk TSP dan 300 gram pupuk meister,jika semuanya sudah siap silahkan tanam di lobang tanam yang telah disediakan dan kubur kembali dengan perlahan.

E. Konsolidasi pokok doyong dan penyisipan perawatan yang perlu dilakukan pada tanman yang baru ditanam dilapangan hanya sedikit,disamping pekerjaaan rutin,pekerjaan rutin yang dimaksud adalah pengendalian gulma,pemupukan,dan ablasi

Demikian lah tadi artikel mengenai panduan/tutorial cara penanaman kelapa sawit lengkap mulai dari awal sampai ahir semoga bermanfaat untuk bapak dan ibu tani dimana saja anda berada.

 

cara menanam jeruk

Hama dan penyakit pada tanaman jeruk adalah sesuatu hal yang harus diwaspadai oleh petani jeruk. Sebab, hal ini bisa berdampak terhadap produktivitas hasil panen secara keseluruhan. Banyak petani jeruk yang gagal panen karena di lahan kebun jeruknya diserang hama dan penyakit dengan berbagai macam tipenya.

Berikut ini akan dijelaskan tentang jenis-jenis hama dan penyakit pada tanaman jeruk serta cara penanganan, pengendalian/penanggulangannya.

1. Hama Tanaman Jeruk

A. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian yg diserang ialah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.
Gejala: tunas keriting, tumbuhan mati.
Pengendalian: memakai insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilaksanakan menjelang danketika bertunas, Selain tersebut buang unsur yg terserang.
Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian yg diserang ialah tunas muda dan bunga.
Gejala: daun menggulung dan meninggalkan bekas sampai daun dewasa.
Pengendalian: memakai insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Malathion (Gisonthion 50 EC).

B. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian yg diserang ialah daun muda.

Gejala serangan
serangan ini ditandai dengan alur daun melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok.
Pengendalian Hama ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan ditenggelamkan dalam tanah.
Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian yg diserang ialah tangkai, daun dan buah.

Gejala serangan : gejala ini ditandai dengan bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
Pengendalian Hama ini dapat dilakukan dengan cara : menyemprotkan insektisida Propargite (Omite), Cyhexation (Plictran), Dicofol (Kelthane), Oxythioquimox (Morestan 25 WP, Dicarbam 50 WP).

C. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian yg diserang ialah buah.
Gejala serangan ditandai dengan lubang yg megeluarkan getah.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara : memetik buah yg terinfeksi setelah itu kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP, Nudrin 24 WSC), Methidathion (Supracide 40 EC) yg disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.

D. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian yg diserang Helopeltis antonii.
Gejala: bercak coklat kehitaman dgn pusat berwarna lebih cerah pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yg menjadi nekrosis.
Pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC), Fenithion (Lebaycid), Metamidofos (Tamaron), Methomil (Lannate 25 WP).

E. Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)
Bagian yg diserang ialah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes.
Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga gampang rontok, buah muda gugur sebelum tua.
Pengendalian: pakai insektisida dgn bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian buang unsur yg diserang.
Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian yg diserang ialah tangkai dan daun muda.

Gejala ini ditandai dengan : helai daun yang menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menjaga supaya tajuk tumbuhan tidak terlampau rapat dan sinar matahari masuk ke unsur tajuk, hindari menggunakan mulsa jerami. Kemudian setelah itu gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas.

Cara budidaya tanaman jeruk
Tanaman jeruk berbuah lebat tanpa hama dan penyakit, (Dokumentasi foto: Wahid Priyono, S.Pd).

 

F. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian yg diserang ialah tangkai buah.
Gejala serangan ini ditandai dengan : berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan senyawa insektisda Methomyl (Lannate 25 WP), Triazophos (Fostathion 40 EC), Carbaryl (Sevin 85 S), Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian cegah datangnya semut yg dapat mengalihkan kutu.

G. Lalat buah (Dacus sp.)
Bagian yg diserang ialah buah yg nyaris masak.
Gejala serangan hama lalat buah ini ditandai dengan lubang kecil di inti tengah, buah gugur, belatung kecil di unsur dalam buah.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan menggunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC), Dimethoathe (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC) dibaur dgn Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.

H. Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.)
Bagian yg diserang daun, buah dan tangkai.
Gejala serangan hama ini ditandai dengan daun berwarna kuning, bercak khlorotis dan gugur daun. Padafenomena serangan berat tampak ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur.
Pengendalian Hama ini dapat dilakukan menggunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G, Basazinon 45/30 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Dichlorophos (Nogos 50 EC), Methidhation (Supracide 40 EC).

I. Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes.)
Bagian yg diserang ialah daun tua pada ranting atau dahan unsur bawah.
Gejala dari serangan kumbang belalai ini ditandai dengan daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Kemudian pakai insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G).

2. Penyakit Tanaman Jeruk

Penyakit pada tanaman jeruk yang biasanya dijumpai oleh petani, diantaranya adalah:

A. CVPD
Penyebab penyakit ini antara lain adalah Bacterium like organism dgn vektor kutu loncat Diaphorina citri.Bagian yg diserang: silinder pusat (phloem) batang.
Gejala awal ditandai dengan daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji bobrok dan pangkal buah oranye.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan denhgan menggunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Selain dengan cara tersebut penempatan tempat kebun paling tidak 5 km dari kebun jeruk yg terserang CVPD. Gunakan insektisida utk vektor dan Buatlah sanitasi kebun yg baik.

B. Tristeza
Penyebab terjadinya penyakit ini awalnya adalah virus Citrus tristeza dgn vektor Toxoptera.
Gejala: lekuk batang , daun kaku pemucatan, vena daun, perkembangan terhambat.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sanitasi kebun, membuang tanaman yg terserang, lantas kendalikan vektor dgn insektisida Supracide atau Cascade.

pohon jeruk
tanaman jeruk berbuah lebat tanpa hama dan penyakit, dokumentasi foto oleh: Wahid Priyono, S.Pd.

 

C. Woody gall (Vein Enation)
Penyebab penyakit ini antara lain virus Citrus Vein Enation dgn vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii. Bagian yg diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour
Orange.
Gejala serangan ditandai dengan Tonjolan tidak tertata yg tersebar pada tulang daun di permukaan daun.

Pengendalian penyakit ini dapat kalian lakukan menggunaan mata tempel bebas virus dan sanitasi lingkungan.

D. Blendok
Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian yg diserang ialah batang atau cabang.
Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yg unik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas.
Pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara motongan cabang terinfeksi, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.

E. Kudis
Penyebab awal terjadinya penyakit ini adalah jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian yg diserang ialah daun, tangkai atau buah.
Gejala yang sering terjadi bercak kecil berwarna kuning atau oranye.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara mangkasan secara teratur. Kemudian pakai Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).

F. Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian yg diserang ialah buah.
Gejala: ada tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.
Pengendalian: hindari kehancuran mekanis, celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl, pelilinan buah dan pemangkasan unsur bawah pohon.

G. Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Bagian yg diserang ialah akar dan pangkal batang serta daun di unsur ujung dahan berwarna kuning.
Gejala: tunas tidak segar, tumbuhan kering.
Pengendalian: pengolahan dan pengairan yg baik, sterilisasi tanah padamasa-masa penanaman, bikin tinggi tempelan minimum 20 cm dari

H. Permukaan tanah.
Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yg diserang: buah dan bunga
Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur.
Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol.

I. Jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yg diserang ialah batang.
Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan susah dikelupas.
Pengendalian penyakit jamur upas pada jeruk dapat dilakukan dengan cara kulit yg terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yg terinfeksi.

J.Kanker
Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri. Bagian yg diserangialah daun, tangkai, buah.
Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka membesar dan tampak laksana gabus pecah dgn diameter 3-5 mm.
Pengendalian: Fungisida Cu laksana Bubur Bordeaux, Copper oxychlorida. Selain tersebut utk menangkal serangan ulat peliang daun ialah dgn mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin sekitar 1 jam.

cara menanam jeruk

Tanaman jeruk merupakan tanaman yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari hari karena buahnya yang enak, segar, manis dan ada yang asam dan banyak mengandung banyak vitamin C yang dibutuhkan bagi manusia. Oleh sebab itulah, buah jeruk banyak sekali digemari oleh masyarakat khususnya indonesia sendiri,Budidaya tanaman jeruk sendiri harus memperhatikan beberapa aspek antara lain jenis bibit yang digunakan, kontur tanah yang akan digunakan, serta cara pengendalian hama serta penyakit yang nantinya kan menyerang tanaman jeruk itu sendiri. Nah disini kita akan bahas satu persatu mulai dari sejarah singkat tanaman jeruk, klasifikasi tanaman jeruk, hama dan penyakit tanaman jeruk, cara penen tanaman jeruk, serta kegiatan pasca panen jeruk. Oke baiklah, yuk langsung saja kita masuk ke point pertama dari panduan/tutorial/teknik/metode menanam jeruk yang baik dan benar di kebun.

1. SEJARAH SINGKAT TANAMAN JERUK
Siapa yang tidak mengenal tanaman yang satu ini tanaman jeruk banyak sekali digemari masyarakat khususnya diindonesia karena rasa buahnya yang manis dan banyak mengandung vitamin C.
Tanaman jeruk ialah tanaman buah tahunan yg berasal dari Asia. Cina Merupakan asal muasal pertama kali jeruk tumbuh. Sejak ratusan tahun yg lalu, jeruk telah tumbuh di Indonesia baik secara alami atau dibudidayakan. Tanaman jeruk yg terdapat di Indonesia ialah peninggalan orang belanda.

Cara budidaya tanaman jeruk
Cara budidaya tanaman jeruk

 

2. KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI TANAMAN JERUK
Klasifikasi botani tumbuhan jeruk ialah sebagai berikut:
Divisi        : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas         : Dicotyledonae
Ordo          : Rutales
Keluarga   : Rutaceae
Genus        : Citrus
Spesies      : Citrus sp.

3. MANFAAT TANAMAN JERUK
Manfaat tumbuhan jeruk sebagai makanan buah segar atau makanan olahan, dimana Jeruk memiliki kandungan vitamin C yg tinggi.
Di Beberapa negara sudah diproduksi minyak dari kulit dan biji jeruk, gula tetes, alkohol dan pektin dari buah jeruk yg terbuang. Minyak kulit jeruk digunakan utk menciptakan minyak wangi, sabun wangi, esens minuman dan utk gabungan kue.
Beberapa jenis jeruk seperti halnya jeruk nipis dimanfaatkan sebagai obat tradisional penurun panas, pereda nyeri drainase napas unsur atas dan penyembuh radang mata.

4. SENTRA PENANAMAN JERUK
Sentra Penanaman jeruk di Indonesia sendiri tersebar meliputi berbagai daerah diindonesia antara lain: Garut (Jawa Barat), Tawangmangu (Jawa Tengah), Batu (Jawa Timur), Tejakula (Bali), Selayar (Sulawesi Selatan), Pontianak (Kalimantan Barat) dan Medan (Sumatera Utara). Karena adanya serangan virus CVPD (Citrus Vein Phloen Degeneration), sejumlah sentra penanaman merasakan penurunan pada hasil yg diperparah lagi oleh sistem monopoli tata niaga jeruk yg ketika ini tidak berlaku lagi.

5. SYARAT TUMBUH JERUK
5.1. Iklim
Kecepatan angin yg lebih dari 40-48% bakal merontokkan bunga dan buah. utk wilayah yg intensitas dan kecepatan anginnya tinggi tumbuhan penahan angin lebih baik ditanam berjajar tegak lurus dgn arah angin.
Tergantung pada spesiesnya, jeruk membutuhkan 5-6, 6-7 atau 9 bulan basah (musim hujan). Bulan basah ini dibutuhkan utk pertumbuhan bunga dan buah supaya tanahnya tetap lembab. Di Indonesia tumbuhan ini sangat membutuhkan air yg lumayan terutama di bulan Juli-Agustus.
Temperatur optimal antara 25-30°C tetapi ada yg masih bisa tumbuh normal pada 38°C. Jeruk Keprok membutuhkan temperatur 20°C.
Kelembaban optimum utk perkembangan tanaman ini selama 70-80%.

5.2. Media Tanam
Tanah yang baik untuk budidaya jeruk agar cepat berbuah lebat ialah tanah lempung hingga lempung berpasir dengan fraksi liat 7- 27%, debu 25-50% dan pasir < 50%, lumayan humus, tata air dan udara baik.
Jenis tanah Andosol dan Latosol sangat sesuai utk budidaya jeruk.
Derajat keasaman tanah (pH tanah) yg sesuai utk budidaya jeruk ialah 5,5–6,5 dgn pH optimum 6.
Tanaman jerukmenyenangi air yg berisi garam selama 10%.
Tanaman jeruk bisa tumbuh dgn baik di wilayah yg mempunyai kemiringan sekitar 30°

5.3. Ketinggian Tempat
Tinggi lokasi dimana jeruk bisa dibudidayakan bervariasi dari dataran rendah hingga tinggi tergantung pada spesies:
Jenis Keprok Madura, Keprok Tejakula: 1–900 m dpl.
Jenis Keprok Batu 55, Keprok Garut: 700-1.200 m dpl.
Jenis Manis Punten, Waturejo, WNO, VLO: 300–800 m dpl.
Jenis Siem: 1–700 m dpl.
Jenis Besar Nambangan-Madiun, Bali, Gulung: 1–700 m dpl.
Jenis Jepun Kasturi, Kumkuat: 1-1.000 m dpl.
Jenis Purut: 1–400 m dpl.

6. PEDOMAN BUDIDAYA JERUK
6.1. Pembibitan

1) Persyaratan Bibit
Persyaratan penanaman Bibit jeruk yg biasa kita jumpai atau ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif berupa penyambungan tunas pucuk. Bibit yg baik ialah yg bebas penyakit, serupa dgn induknya (true to type), subur, berdiameter batang 2-3 cm, permukaan batang halus, akar serabut banyak, akar tunggang berukuran sedang dan mempunyai sertifikasi penangkaran bibit.
2) Penyiapan Bibit
Bibit yg biasa dipakai utk budidaya jeruk diperoleh dgn teknik generatif dan vegetatif.

3) Teknik Penyemaian Bibit
a) Cara generatif
Biji dipungut dari buah dgn teknik memeras buah yg sudah dipotong. Biji dikeringanginkan di lokasi yg tidak disinari sekitar 2-3 hari sampai lendirnya hilang. Areal persemaian mempunyai tanah yg subur. Tanah diubah sedalam 30-4- cm dan diciptakan petakan persemaian berukuran 1,15-1,20 mterbaring dari unsur utara ke selatan. Jarak petakan 0,5-1 m. Sebelum ditanami, tambahkan pupuk kandang 1 kg/m². Biji ditanam dalam alur dgn jarak tanam 1-1,5 x 2 cm dan langsung disiram. Setelah tanam, persemaian diberi atap. Bibit dipindahtanam ke dalam polibag 15 x 35 cm sesudah tingginya 20 cm pada usia 3-5 bulan. Media tumbuh dalam polibag ialah campuran pupuk kandang dan sekam (2:1) atau pupukkandang, sekam, pasir (1:1:1).

b) Cara Vegetatif Jeruk
Metode yg lazim dilakukan ialah penyambungan tunas pucuk dan penempelan mata tempel. utk kedua teknik ini butuh dipersiapkan batang bawah (onderstam/rootstock) yg dipilih dari jenis jeruk dgn perakaran powerful dan luas, daya adaptasi lingkungan tinggi, tahan kekeringan, tahan/toleran terhadap penyakit virus, busuk akar dan nematoda. Varietas batang bawah yg biasa dipakai oleh penangkar ialah Japanese citroen, Rough lemon, Cleopatra, Troyer Citrange dan Carizzo citrange.

6.2. Pengolahan Media Tanam Jeruk
Pengolahan Media Tanam yang baik pada tanaman Jeruk Tanaman jeruk ditanam di tegalan tanah sawah/di lahan berlereng. Jika ditanam di sebuah bukit perlu diciptakan sengkedan/teras. Lahan yg bakal ditamani dimurnikan dari tumbuhan lain atau sisa-sisa tanaman. Jarak tanam bervariasi utk masing-masing jenis jeruk dapat disaksikan pada data inilah ini:
Keprok dan Siem : jarak tanam 5 x 5 m
Manis : jarak tanam 7 x 7 m
Sitrun : jarak tanam 6 x 7 m
Nipis : jarak tanam 4 x 4 m
Grape fruit : jarak tanam 8 x 8 m
Besar : jarak tanam (10-12) x (10-12) m
Lubang tanam hanya dibuat pada tanah yg belum digunakan dan dibuat 2 minggu sebelum tanah. Tanah unsur dalam diceraikan dgn tanah dari lapisan atas tanah (25 cm). Tanah berasal dari lapisan atas dibaur dgn 20 kg pupuk kandang. Setelah penanaman tanah dibalikkan lagi ke lokasi asalnya. Bedengan (guludan) berukuran 1 x 1 x 1 m hanya diciptakan jika jeruk ditanam di tanah sawah.

6.3. Teknik Penanaman
Bibit jeruk bisa ditanam pada musim hujan atau musim kemarau andai tersedia air utk menyirami, namun usahakan ditanam diawal musim hujan. Sebelum ditanam, butuh dilakukan:
Pengurangan daun dan cabang yg berlebihan.
Pengurangan akar.
Pengaturan posisi akar supaya jangan terdapat yg terlipat.
Setelah bibit ditaman,kemudian siram secukupnya dan diberi mulsa jerami, daun kelapa atau daun-daun yg bebas penyakit di sekitarnya. Letakkan mulsa sedemikian rupa supaya tidak menyentuh batang utk menghindari kebusukan batang. Sebelum tumbuhan berproduksi dan tajuknya saling menaungi, bisa ditanam tumbuhan sela baik kacang-kacangan/sayuran. Setelah tajuk saling menutupi, tumbuhan sela diganti oleh rumput/tanaman legum penutup tanah yg sekaligus bermanfaat sebagai penambah nitrogen untuk tanaman jeruk.

6.4. Pemeliharaan Tanaman
Penyulaman : Dilakukan pada tumbuhan yg tidak tumbuh.
Penyiangan : Gulma dimurnikan sesuai dgn frekuensi pertumbuhannya, padaketika pemupukan juga dilaksanakan penyiangan.
Pembubunan : Jika ditanam di tanah berlereng, perlu diacuhkan apakahterdapat tanah di dekat perakaran yg tererosi. Penambahan tanah perludilaksanakan jika pangkal akar telah mulai terlihat.
Pemangkasan : Pemangkasan bertujuan utk menyusun tajuk pohon dan menghilangkan cabang yg sakit, kering dan tidak produktif/tidak diinginkan. Dari tunas-tunas mula yg tumbuh biarkan 3-4 tunas pada jarak seragam yg besok akan menyusun tajuk pohon. Pada perkembangan selanjutnya, masing-masing cabang mempunyai 3-4 ranting atau kelipatannya. Bekas luka pangkasan diblokir dgn fungisida atau lilin utk menangkal penyakit.

7. HAMA DAN PENYAKIT TANAMAN JERUK
7.1. Hama Tanaman Jeruk

a. Kutu loncat (Diaphorina citri.)
Bagian yg diserang ialah tangkai, kuncup daun, tunas, daun muda.
Gejala: tunas keriting, tumbuhan mati.
Pengendalian: memakai insektisida bahan aktif dimethoate (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC), Monocrotophos (Azodrin 60 WSC) dan endosulfan (Thiodan 3G, 35 EC dan Dekasulfan 350 EC). Penyemprotan dilaksanakan menjelang danketika bertunas, Selain tersebut buang unsur yg terserang.
Kutu daun (Toxoptera citridus aurantii, Aphis gossypii.)
Bagian yg diserang ialah tunas muda dan bunga.
Gejala: daun menggulung dan meninggalkan bekas sampai daun dewasa.
Pengendalian: memakai insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC), Dimethoate (Perfecthion, Rogor 40 EC, Cygon), Diazinon (Basudin 60 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Malathion (Gisonthion 50 EC).

B. Ulat peliang daun (Phyllocnistis citrella.)
Bagian yg diserang ialah daun muda.

Gejala serangan
serangan ini ditandai dengan alur daun melingkar transparan atau keperakan, tunas/daun muda mengkerut, menggulung, rontok.
Pengendalian Hama ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida dgn bahan aktif Methidathion (Supracide 40 EC, Basudin 60 EC), Malathion (Gisonthion 50 EC, 50 WP)< Diazinon (Basazinon 45/30 EC). Kemudian daun dipetik dan ditenggelamkan dalam tanah.
Tungau (Tenuipalsus sp. , Eriophyes sheldoni Tetranychus sp)
Bagian yg diserang ialah tangkai, daun dan buah.

Gejala serangan : gejala ini ditandai dengan bercak keperak-perakan atau coklat pada buah dan bercak kuning atau coklat pada daun.
Pengendalian Hama ini dapat dilakukan dengan cara : menyemprotkan insektisida Propargite (Omite), Cyhexation (Plictran), Dicofol (Kelthane), Oxythioquimox (Morestan 25 WP, Dicarbam 50 WP).

C. Penggerek buah (Citripestis sagittiferella.)
Bagian yg diserang ialah buah.
Gejala serangan ditandai dengan lubang yg megeluarkan getah.

Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara : memetik buah yg terinfeksi setelah itu kemudian menggunakan insektisida Methomyl (Lannate 25 WP, Nudrin 24 WSC), Methidathion (Supracide 40 EC) yg disemprotkan pada buah berumur 2-5 minggu.

D. Kutu penghisap daun (Helopeltis antonii.)
Bagian yg diserang Helopeltis antonii.
Gejala: bercak coklat kehitaman dgn pusat berwarna lebih cerah pada tunas dan buah muda, bercak disertai keluarnya cairan buah yg menjadi nekrosis.
Pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara menyemprotkan insektisida Fenitrotionmothion (Sumicidine 50 EC), Fenithion (Lebaycid), Metamidofos (Tamaron), Methomil (Lannate 25 WP).

E. Ulat penggerek bunga dan puru buah (Prays sp.)
Bagian yg diserang ialah kuncup bunga jeruk manis atau jeruk bes.
Gejala: bekas lubang-lubang bergaris tengah 0,3-0,5 cm, bunga gampang rontok, buah muda gugur sebelum tua.
Pengendalian: pakai insektisida dgn bahan aktif Methomyl (Lannate 25 WP) dan Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian buang unsur yg diserang.
Thrips (Scirtotfrips citri.)
Bagian yg diserang ialah tangkai dan daun muda.

Gejala ini ditandai dengan : helai daun yang menebal, tepi daun menggulung ke atas, daun di ujung tunas menjadi hitam, kering dan gugur, bekas luka berwarna coklat keabu-abuan kadang-kadang disertai nekrotis.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menjaga supaya tajuk tumbuhan tidak terlampau rapat dan sinar matahari masuk ke unsur tajuk, hindari menggunakan mulsa jerami. Kemudian setelah itu gunakan insektisida berbahan aktif Difocol (Kelthane) atau Z-Propargite (Omite) pada masa bertunas.

F. Kutu dompolon (Planococcus citri.)
Bagian yg diserang ialah tangkai buah.
Gejala serangan ini ditandai dengan : berkas berwarna kuning, mengering dan buah gugur.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara menggunakan senyawa insektisda Methomyl (Lannate 25 WP), Triazophos (Fostathion 40 EC), Carbaryl (Sevin 85 S), Methidathion (Supracide 40 EC). Kemudian cegah datangnya semut yg dapat mengalihkan kutu.

G. Lalat buah (Dacus sp.)
Bagian yg diserang ialah buah yg nyaris masak.
Gejala serangan hama lalat buah ini ditandai dengan lubang kecil di inti tengah, buah gugur, belatung kecil di unsur dalam buah.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan menggunakan insektisida Fenthion (Lebaycid 550 EC), Dimethoathe (Roxion 40 EC, Rogor 40 EC) dibaur dgn Feromon Methyl-Eugenol atau protein Hydrolisate.

H. Kutu sisik (Lepidosaphes beckii Unaspis citri.)
Bagian yg diserang daun, buah dan tangkai.
Gejala serangan hama ini ditandai dengan daun berwarna kuning, bercak khlorotis dan gugur daun. Padafenomena serangan berat tampak ranting dan cabang kering dan kulit retak buah gugur.
Pengendalian Hama ini dapat dilakukan menggunakan pestisida Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G, Basazinon 45/30 EC), Phosphamidon (Dimecron 50 SCW), Dichlorophos (Nogos 50 EC), Methidhation (Supracide 40 EC).

I. Kumbang belalai (Maeuterpes dentipes.)
Bagian yg diserang ialah daun tua pada ranting atau dahan unsur bawah.
Gejala dari serangan kumbang belalai ini ditandai dengan daun gugur, ranting muda kadang-kadang mati.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan dengan cara memperbaiki sanitasi kebun, kurangi kelembaban perakaran. Kemudian pakai insektisida Carbaryl (Sevin 85 S) dan Diazinon (Basudin 60 EC, 10 G).

7.2. Penyakit Tanaman Jeruk
a. CVPD
Penyebab penyakit ini antara lain adalah Bacterium like organism dgn vektor kutu loncat Diaphorina citri.Bagian yg diserang: silinder pusat (phloem) batang.
Gejala awal ditandai dengan daun sempit, kecil, lancip, buah kecil, asam, biji bobrok dan pangkal buah oranye.
Pengendalian hama ini dapat dilakukan denhgan menggunakan tanaman sehat dan bebas CVPD. Selain dengan cara tersebut penempatan tempat kebun paling tidak 5 km dari kebun jeruk yg terserang CVPD. Gunakan insektisida utk vektor dan Buatlah sanitasi kebun yg baik.

b. Tristeza
Penyebab terjadinya penyakit ini awalnya adalah virus Citrus tristeza dgn vektor Toxoptera.
Gejala: lekuk batang , daun kaku pemucatan, vena daun, perkembangan terhambat.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara sanitasi kebun, membuang tanaman yg terserang, lantas kendalikan vektor dgn insektisida Supracide atau Cascade.

C.Woody gall (Vein Enation)
Penyebab penyakit ini antara lain virus Citrus Vein Enation dgn vektor Toxoptera citridus, Aphis gossypii. Bagian yg diserang: Jeruk nipis, manis, siem, Rough lemon dan Sour
Orange.
Gejala serangan ditandai dengan Tonjolan tidak tertata yg tersebar pada tulang daun di permukaan daun.

Pengendalian penyakit ini dapat kalian lakukan menggunaan mata tempel bebas virus dan sanitasi lingkungan.

D.Blendok
Penyebab: jamur Diplodia natalensis. Bagian yg diserang ialah batang atau cabang.
Gejala: kulit ketiak cabang menghasilkan gom yg unik perhatian kumbang, warna kayu jadi keabu-abuan, kulit kering dan mengelupas.
Pengendalian ini dapat dilakukan dengan cara motongan cabang terinfeksi, bekas potongan diberi karbolineum atau fungisida Cu. dan fungisida Benomyl 2 kali dalam setahun.

E. Kudis
Penyebab awal terjadinya penyakit ini adalah jamur Sphaceloma fawcetti. Bagian yg diserang ialah daun, tangkai atau buah.
Gejala yang sering terjadi bercak kecil berwarna kuning atau oranye.
Pengendalian penyakit ini dapat dilakukan dengan cara mangkasan secara teratur. Kemudian pakai Fungisida Dithiocarbamate /Benomyl (Benlate).

F.Busuk buah
Penyebab: Penicillium spp. Phytophtora citriphora, Botryodiplodia theobromae. Bagian yg diserang ialah buah.
Gejala: ada tepung-tepung padat berwarna hijau kebiruan pada permukaan kulit.
Pengendalian: hindari kehancuran mekanis, celupkan buah ke dalam air panas/fungisida benpmyl, pelilinan buah dan pemangkasan unsur bawah pohon.

G.Busuk akar dan pangkal batang
Penyebab: jamur Phyrophthoranicotianae. Bagian yg diserang ialah akar dan pangkal batang serta daun di unsur ujung dahan berwarna kuning.
Gejala: tunas tidak segar, tumbuhan kering.
Pengendalian: pengolahan dan pengairan yg baik, sterilisasi tanah padamasa-masa penanaman, bikin tinggi tempelan minimum 20 cm dari

H.permukaan tanah.
Buah gugur prematur
Penyebab: jamur Fusarium sp. Colletotrichum sp. Alternaria sp. Bagian yg diserang: buah dan bunga
Gejala: dua-empat minggu sebelum panen buah gugur.
Pengendalian: Fungisida Benomyl (Benlate) atau Caprafol.

i. Jamur upas
Penyebab: Upasia salmonicolor. Bagian yg diserang ialah batang.
Gejala: retakan melintang pada batang dan keluarnya gom, batang kering dan susah dikelupas.
Pengendalian penyakit jamur upas pada jeruk dapat dilakukan dengan cara kulit yg terinfeksi dikelupas dan disaput fungisida carbolineum. Kemudian potong cabang yg terinfeksi.

j.Kanker
Penyebab: bakteri Xanthomonas campestris Cv. Citri. Bagian yg diserangialah daun, tangkai, buah.
Gejala: bercak kecil berwarna hijau-gelap atau kuning di sepanjang tepi, luka membesar dan tampak laksana gabus pecah dgn diameter 3-5 mm.
Pengendalian: Fungisida Cu laksana Bubur Bordeaux, Copper oxychlorida. Selain tersebut utk menangkal serangan ulat peliang daun ialah dgn mencelupkan mata tempel ke dalam 1.000 ppm Streptomycin sekitar 1 jam.

8. PANEN JERUK
8.1. Ciri dan Umur Panen
Buah jeruk dipanen pada ketika masak optimal, sekitar berumur antara 28–36 minggu, tergantung jenis/varietasnya.

8.2. Cara Panen
Buah dipetik dgn memakai gunting pangkas atau dengan cara manual

8.3. Perkiraan Produksi
Rata-rata tiap pohon bisa menghasilkan 300-400 buah per tahun, kadang-kadang hingga 500 buah per tahun. Produksi jeruk di Indonesia selama 5,1 ton/ha masih di bawah buatan di negara subtropis yg dapat menjangkau 40 ton/ha.

9. PASCAPANEN TANAMAN JERUK
9.1. Pengumpulan
Di kebun, buah yang telah dipetik di lokasi yg teduh dan bersih. Kemudian setelah itu Pisahkan buah yg mutunya rendah, memar dan buang buah yg rusak. Sortasi dilakukan menurut diameter dan berat buah yg seringkali terdiri atas 4 kelas. Kelas A ialah buah dgn diameter dan berat terbesar sedangkan ruang belajar D mempunyai diameter dan berat terkecil.

9.2. Penyortiran dan Penggolongan
Penyortiran dan Penggolonganbuah dilakukan Setelah buah dipetik dan dikumpulkan, selanjutnya buah disortasi/dipisahkan dari buah yg busuk. Kemudian buah jeruk digolongkan cocok dgn ukuran dan jenisnya.

9.3. Penyimpanan
Untuk menyimpan buah jeruk, pakai tempat yg sehat dan bersih dgn temperatur ruangan 8-10 derajat C.

9.4. Pengemasan
Sebelum pengiriman, buah dikemas di dalam keranjang bambu/kayu tebal yg tidak terlampau berat utk keperluan lokal dan kardus utk ekspor. Pengepakan tidak boleh terlalu padat supaya buah tidak rusak. Buah dibentuk sedemikian rupa sehingga salah satu buah jeruk terdapat ruang udara bebas namun buah tidak bisa bergerak. Wadah utk mengemas jeruk berkapasitas 50-60 kg.

10. STANDAR PRODUKSI
10.1. Ruang Lingkup
Standar buatan ini meliputi: kriteria mutu, teknik pengujian mutu,teknik pengambilan misal dan teknik pengemasan.

10.2. Diskripsi
Jeruk keprok ialah buah dari tumbuhan jeruk keprok (Citrus reticulata LOUR) yg berkulit gampang dikupas, dalam keadaan lumayan tua, utuh segar dan bersih.

10.3. Klasifikasi dan Standar Mutu
Jeruk keprok digolongkan dalam 4 (empat) ukuran yaitu ruang belajar A, B, C dan D, menurut berat tiap buah, yg setiap digolongkan dalam 2 (dua) jenis mutu, yakni Mutu I dan Mutu II.
Kelas A: diameter ˜ 7,1 cm atau ˜ 151 gram/buah.
Kelas B: diameter 6,1–7,0 cm atau 101–150 gram/buah
Kelas C: diameter 5,1–6,0 cm atau 51–100 gram/buah
Kelas D: diameter 4,0–5,0 cm atau ˜ 50 gram/buah
Adapun kriteria bobot buah jeruk keprok ialah sebagai inilah :
Keasamaan sifat varietas: Seragam, teknik uji organoleptik
Tingkat ketuaan: Tua, tidak terlampau matang, teknik uji organoleptik
Kekerasan: Cukup keras, teknik uji organoleptik
Ukuran: Kurang seragam, teknik uji SP-SMP-309-1981
Kerusakan, % (jml/jml): maks 5-10, teknik uji SP-SMP-310-1981
Kotoran: bebas, bebas, teknik uji organoleptik
Busuk % (jml/jml): maks.1-2, teknik uji SP-SMP-311-1981

10.4. Pengambilan Contoh
Contoh dipungut secara random dari jumlah kemasan laksana terlihat di bawah ini. Dari masing-masing kemasan diambil misal sebanyak 20 buah dari unsur atas, tengah dan bawah. Contoh itu diacak bertingkat (startified acak sampling) sampai didapatkan minimum 20 buah utk dianalisis.
Jumlah kemasan dalam partai (lot) hingga dgn 100, misal yg dipungut 5.
Jumlah kemasan dalam partai (lot)101 hingga dgn 300, misal yg dipungut 7.
Jumlah kemasan dalam partai (lot) 301-500, misal yg dipungut 9.
Jumlah kemasan dalam partai (lot) 501-1000, misal yg dipungut 10.
Jumlah kemasan dalam partai (lot) lebih dari 1000, misal yg dipungut 15 (minimum).
Petugas pengambil misal harus mengisi syarat yakni orang yg kawakan atau diajar lebih dahulu dan memiliki ikatan dgn badan hukum.

10.5. Pengemasan
Buah jeruk dikemas dgn peti kayu/bahan beda yg cocok dgn berat bersih maksimum 30 kg. Dibagian luar kemasan diberi label yg bertuliskan antara lain: nama barang, kelompok ukuran, jenis mutu, nama/kode perusahaan, berat bersih, negara/tempat tujuan, hasil Indonesia, wilayah asal.

Demikian lah artikel mengenai budidaya tanaman jeruk lengkap dari awal sampai ahir semoga bermanfaat untuk bapak/ibu tani semuanya. Salam bertani !

 

Cara mematikan/membunuh pohon tanpa menebangnya  adalah pekerjaan mudah yang dapat dilakukan oleh semua orang. Saya akan berbagi tips bagi kawan kawan yang sedang kesulitan dalam hal membunuh pohon yang telah tumbuh besar atau telah lanjut usia namun takut jika ditebang akan mengakibatkan dampak yang buruk karena mungkin pohon tersebut dekat dengan perumahan warga.

Keberadaan pohon yang sudah tumbuh besar memang sangatlah mengganggu misalnya pohon yang besar akarnya bisa merusak suatu bangunan, serta daunnya yang banyak akan mengakibatkan kotoran atau sampah serta menyumbat aliran drainase air.

Berikut ini  sedikit tips cara membunuh pohon yang sudah terlanjur besar tanpa harus menebang
disini ada beberapa alat dan bahan yang mesti kalian sediakan diantaranya adalah :

  1. Pisau
  2. Kantong plastik
  3. Karet gelang
  4. Herbisida
  5. Air
  6. Ember
  7. Cetok

Setelah alat dan bahan sudah kalian sediakan kemudian ikuti tahapan/langkah langkahnya di bawah ini :

  1. Campurkan herbisida dengan air secukupnya sesuai dengan saran pada label kemasan,misal 50 ml/liter air. Kemudian aduk-aduk agar kedua cairan ini tercampur rata.
  2. Tuangkan cairan herbisida ini ke dalam kantong plastik cukup dengan setengah volumenya saja. Simpan di lokasi atau tempat yang aman untuk sementara waktu Galilah tanah di sekitar pohon yang bakal dimatikan untuk mencari akar pohon tersebut.Setelah ditemukan, potong akar tersebut. Ulangi tahapan ini supaya proses peracunan pohon menjadi lebih efektif dan efisien.
  3. Ambil kantong plastik yang sudah mengandung cairan herbisida tadi. Masukkan akar pohon yang sudah dipotong ke dalam plastik itu lalu ikat memakai karet gelang. Ulangi sampai seluruh kantong plastik telah terpasang pada akar pohon.
  4. Tunggu selama beberapa hari supaya cairan herbisida ini tersedot ke dalam tubuh pohon dan meracuninya. Tanda-tandanya mencakup daun menguning dan berguguran serta pohon bakal mengering dengan sendirinya.

Selain dengan menggunakan cara tersebut diatas bisa juga dengan cara  yang berbeda yang dapat dilakukan untuk mematikan pohon besar ialah dengan menyuntikan langsung cairan herbisida ke dalam batang pohon. Cara ini dilakukan dengan cara melubangi pada batang pohon dengan dibor. Lubang-lubang itulah yang natinya bakal disuntikan cairan herbisida yang bakal diserap langsung oleh batang pohon.

Untuk jenis herbisida yang digunakan kalian bisa menggunakan berbagai jenis herbisida pada umumnya yang dapat kalian beli di toko toko pertanian terdekat. Demikian lah sedikit tips cara mematikan pohon tanpa harus menebang pohon. Semoga bermanfaat.

dosis pupuk untuk kelapa sawit

Strategi/cara/teknik/metode pemupukan kelapa sawit harus mengacu pada konsep efektifitas dan efisiensi yang maksimum dalam pelaksanaanya strategi pemupukan memerlukan 3 pihak yang terkait antara lain pemerintah,pembuat rekomendasi,dan pengusaha perkebunan atau perusahaan.

Peran utama pemerintah antara lain sebagai pembuat pupuk penetapan harga pupuk,pengadaan pupuk,dan pengaturan tata niaga pupuk.

Peran pembuat rekomendasi pemupukan antara lain dilakukan oleh balai penelitian dan atau departemen penelitian dan pengembangan yang ada di dalam sebuah perusahaan perkebunan besar,rekomendator menentukan dosis,jenis,frekuensi,cara aplikasi serta kebutuhan pupuk untuk tanaman.

dosis pupuk untuk kelapa sawit
dosis pupuk untuk kelapa sawit

Sementara itu peran perusahaan atau pengusaha perkebunan dalam strategi pemupukan yang baik terletak pada aspek perencanaan dan pelaksanaan pemupukan yang sesuai dengan anjuran dari rekomendator.

Stretegi pemupukan kelapa sawit ada 3 hal yang harus dipahami antara lain sebagai berikut :

  1. Penentuan Jenis Pupuk

Strategi dalam menentukan jenis pupuk diwarnai oleh pertimbangan ekonomis,pengetahuan teknis tentang sifat pupuk dan sifat  tanah dimana pupuk akan diaplikasikan akan sangat menentukan efisiensi pemupukan di perkebuan. Sifat/karakteristik pupuk yang penting diketahui adalah kandungan unsur hara pupuk tersebut,kandungan unsur hara tambahan,reaksi pupuk di dalam tanah dan kepekaan pupuk terhadap pengaruh iklim.selain itu sifat tanah juga perlu di ketahui secara teknis strategi pemilihan pupuk sebaiknya dilakukan dengan cara berikut:

a. memilih jenis kombinasi jenis pupuk berdasarkan komposisi unsur hara utama dan unsur hara tambahan
b. memilih jenis puupuk berdasarkan sifat kelarutannya
c. Penggunaan RP dan dolomit yang cukup banyak mengandung kalsium (CA) akan lebih tepat bila digunakan untuk tanah gambut yang bereaksi masam.

    2. Penentuan waktu Dan frekuensi Pemupukan

waktu dan frekuensi pemupukan ditentukan oleh iklim (terutama Curah hujan ) sifat fisik tanah,logistik,pengadaan pupuk,serta adanya sifat sinergis dan anatogonis antar unsur hara.
respon tanaman terhadap pemberian pupuk tergantung pada 2 kondisi yang saling berhubungan yaitu keadaan tanaman itu sendiri dan ketersediaan unsur hara di dalam tanah.
Manfaat pemupukan yang maksimal dapat tercapai bila curah hujan antara 100-250 mm per bulan pada masa ini kondisi tanah cukup basah sehingga memudahkan terserapnya unsur hara oleh tanaman itu sendiri

3. Penentuan Cara pemenpatan Pupuk

Cara penempatan pupuk yang akan diaplikasikan sangat mempengaruhi jumlah pupuk yang dapat diserap akar tanaman,peningkatan efisiensi pemupukan ini mencangkup aspek upaya bagaimana pupuk itu lebih cepat sampai ke zona perakaran dan seminimum mungkin hilang karena adanya aliran permukaan dan penguapan,pemupukan kelapa sawit dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

a. penyebaran secara merata pada lingkaran luar dan dalam tanaman kelapa sawit
b. Penempatan Pupuk pada jalur lingkaran
c. penempatan pupuk pada larikan mengelilingi pokok dan pupuk dibenamkan dalam larikan yang ditimbun lagi            dengan tanah
d. pemupukan Melalui daun
e. pemupukan melalui infus akar

Pemupukan pada point A dan B relatif mudah dilakukan dalam pelaksanaannya tetapi pupuk mudah tercuci terbawa oleh aliran permukaan air atau hilang karena penguapan

Sementara itu, pemupukan dengan cara benam dimaksudkan untuk mengurangi kehilangan pupuk akibat aliran air atau penguapan walaupun pelaksanaannya yang lebih mahal dan memerlukan waktu yang relafit agak lama di bandingkan dengan poin A dan B. Pemupuan melalui daun yaitu hanya dilakukan di pembibitan dan beberpa kasus pada tanaman yang masih muda di lapangan dan arealnya tergenang air. Sementara untuk pemberian pupuk dengan cara infus akan sendiri dimaksudkan agar dapat mengatasi kehilangan pupuk karena proses pencucian,penghanyutan,penguapan,dan fiksasi oleh partikel tanah.

Demikian lah sedikit artikel mengenai Strategi Pemupukan kelapa Sawit semoga saja bisa menjadi referensi kawan kawan dalam melakukan pemupukan kelapa sawit, terimakasih. Silakan bisa membaca ulasan berikut: https://tipspetani.com/untan-membangun-ekosistem-digital-menuju-cyber-university/

Cara budidaya tanaman jeruk

Perusahaan pertanian terbesar di dunia berdasarkan pendapatan di dunia memiliki dampak besar pada produksi pangan global dan memiliki posisi dominan di semua industri yang terlibat dalam proses produksi pangan, mulai dari penanaman distribusi benih, hingga penggunaan pupuk dan pestisida. Karena perusahaan-perusahaan ini memiliki banyak sumber daya, tenaga kerja, serta penghasilan miliaran dolar dalam modal investor, mereka memeras para petani yang lebih kecil dalam perlombaan untuk mendapatkan keuntungan dan kadang-kadang dapat mengejar praktik-praktik tidak berkelanjutan dalam menghadapi persaingan yang begitu sengit.

Berikut ini daftar nama perusahaan pertanian terbesar di dunia:

1. Adecoagro SA (NYSE: AGRO) 

Pendapatan: $ 995 juta. Adecoagro SA (NYSE: AGRO) adalah perusahaan industri pertanian dan agroindustri besar yang memiliki lahan pertanian dan fasilitas manufaktur di Amerika Selatan. Produk perusahaan seperti beras, gula, susu, bunga matahari, jagung, gandum, kedelai, etanol, dan bioelectricity.

2. Fresh Del Monte Produce Inc (NYSE: FDP)

Pendapatan: $ 4,01 miliar. Selanjutnya dalam daftar perusahaan pertanian terbesar berdasarkan pendapatan di dunia adalah Fresh Del Monte Produce Inc (NYSE: FDP), yang bergerak dalam produksi, pemasaran dan distribusi buah dan sayuran segar dan segar, serta buah siap pakai , sayuran, jus, makanan ringan, dan makanan penutup. Fresh Del Monte Produce pernah berafiliasi dengan perusahaan pengolahan makanan Del Monte Foods dan masih terus memasarkan nanas, pisang, dan produk lainnya di bawah label Del Monte di bawah perjanjian lisensi dengan Del Monte Foods. Nanas Del Monte Gold adalah salah satu produk Fresh Del Monte Produce Inc (NYSE: FDP) yang paling terkemuka.

3. BASF

Pendapatan: $ 6,55 miliar. BASF adalah perusahaan pestisida terbesar yang juga merupakan perusahaan kimia Jerman yang memasok banyak industri. Salah satu perusahaan kimia terbesar di dunia, BASF memiliki divisi pertanian besar yang menyediakan fungisida, herbisida, insektisida, boscalid, dan fipronil, serta produk perawatan benih. Bisnis pertanian BASF juga termasuk meneliti nutrigenomik, cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari pengaruh makanan dan nutrisi pada gen, yang dianggap sebagai teknologi yang sangat menjanjikan yang akan memungkinkan obesitas untuk diperangi dan bahkan membantu onkologi dalam pengobatan kanker.

4. CNH Industrial NV (NYSE: CNHI)

Pendapatan: $ 10,12 miliar
CNH Industrial NV (NYSE: CNHI) membuat berbagai peralatan, termasuk traktor dan peralatan pertanian lainnya, peralatan konstruksi, serta kendaraan komersial, truk, bus, dan kendaraan khusus (dengan nama Iveco). Peralatan pertaniannya dijual dengan merek Case dan New Holland.

5. Bayer AG

Pendapatan: $ 11.66 milyar
Bayer adalah perusahaan multinasional Jerman yang terlibat dalam sejumlah bisnis, seperti farmasi, ilmu hayati, dan kimia. Perusahan terbesar di dunia ini menghasilkan produk kesehatan konsumen dan obat-obatan (salah satu produk yang paling terkenal adalah aspirin), obat-obatan hewan, polimer, dan memiliki divisi besar yang terlibat dalam produksi bahan kimia pertanian. Bayer AG saat ini sedang dalam proses mengakuisisi Monsanto untuk menggabungkannya dengan divisi CropScience.

6.  Syngenta AG (ADR) (NYSE: SYT)

Pendapatan mencapai: $ 12,79 milyar
Syngenta AG (ADR) yang berbasis di Swiss (NYSE: SYT) adalah perusahaan pupuk terbesar di dunia dan agribisnis besar lainnya yang memproduksi bahan kimia dan biji-bijian dan menempati peringkat sebagai salah satu perusahaan pertanian terbesar berdasarkan pendapatan di dunia. Divisi kimianya menghasilkan herbisida, insektisida, fungisida, dan perawatan benih. Syngenta AG (ADR) (NYSE: SYT) menghasilkan bisnis benih dan menjual benih yang dikembangkan menggunakan genetika dan teknologi dan mencakup tanaman benih komersial seperti jagung, biji minyak, sereal, bit gula, dan sayuran. Syngenta AG (ADR) (NYSE: SYT) juga memiliki divisi rumput dan taman, meskipun menghasilkan penjualan jauh lebih kecil dibandingkan dengan dua segmen lainnya.